Jun 17 2009
Sebuah Pilihan
Setiap manusia di dunia ini pastilah dihadapkan oleh yang namanya PILIHAN.
Ketika kita masih kecil, kita sering diberi tawaran oleh orang tua kita, misalnya tawaran untuk membeli es krim atau bakso, disinilah kita harus menentukan sebuah pilihan, antara bakso dan eskrim, tentunya dengan konsekwensi yang berbeda dari pilihan yang kita ambil. Jika kita memilih bakso, kita harus siap untuk merasakan pedasnya bakso (kalo memakai sambal) begitu pula jika kita memilih es krim, kita harus siap gigi kita sakit di kemudian hari.
Lain cerita lagi, di saat kita menginjak dewasa, kita juga dihadapkan oleh beberapa pilihan, misalnya pilihan untuk melanjutkan sekolah. Pilihan melanjutkan sekolah mungkin saja bisa mempunyai dampak yang besar bagi kehidupan kita kelak. Karena bagaimanapun, sedikit banyak suatu sekolah akan mempengaruhi pola pikir dari siswanya. Misalnya, seorang anak yang melanjutkan sekolahnya dari SMP menuju ke SMU, akan berbeda pola pikirnya dengan anak yang melanjutkan sekolah ke SMK. Karena kita tahu, di SMK sudah di gembleng dengan dibekali sedikit keterampilan. Mereka yang bersekolah di SMK akan lebih sedikit yang melanjutkan ke jenjang Pendidikan yang lebih tinggi, biarpun kesempatannya sama, karena mungkin orientasi mereka sudah ke dunia usaha, sedangkan mereka yang bersekolah di SMU, mereka cenderung berlomba-lomba untuk masuk ke Perguruan Tinggi terbaik.
Selanjutnya, pilihan-pilihan itu akan datang menghampiri kehidupan kita, dari pilihan untuk bekerja dimana atau menciptakan lapangan kerja sendiri, juga pilihan untuk segera menikah atau menunda pernikahan. Pilihan-pilihan itu silih berganti dan akan terus ada di kehidupan kita. Tapi seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, setiap opsi yang kita pilih, kita harus siap untuk menerima konsekwensi dari apa yang telah kita pilih.
Menentukan sebuah pilihan memang sebuah tugas yang berat (setidaknya itu menurut saya), karena setiap orang pasti menginginkan pilihannya itu adalah yang terbaik, sehingga kita bisa meminimalisir efek samping dari alternatif pilihan yang kita ambil itu, atau bahkan tidak ada akibat buruk dari pilihan yang telah kita jatuhkan, yang ada hanyalah sebuah tujuan mulia (kebahagiaan) dari pilihan tersebut.
Ada cerita yang saya alami sendiri, dulu selepas SMP, saya sempat bingung untuk melanjutkan sekolah. Saya sendiri ingin masuk ke STM (dulu masih di pisah-pisah, antara STM, SMEA, SMKK dll), sedangkan ibu saya ingin saya melanjutkan ke SMU (yang katanya lebih deket dg rumah) sedangkan almarhum bapak, ingin saya melanjutkan sekolah ke SMEA. Aku pun memasukkan formulir pendaftaran ke 3(tiga) sekolah tersebut, dan alhamdulillah diterima semua. Disinilah ujian dari “PILIHAN” itu muncul, saya harus menjatuhkan pilihan yang tepat, karena tidak mungkin aku bersekolah di ketiga sekolah tersebut, setelah berunding dengan kedua orang tua, akhirnya pilihan jatuh ke SMEA jurusan Akuntansi. Memang itu merupakan “pilihan terpaksa” bagi saya, karena sejatinya, saya sangat ingin melanjutkan ke STM, tetapi saya harus mematuhi apa yang menjadi pilihan orang tua, karena saya sadar, mereka yang akan membiayai sekolah saya itu.
Tetapi dari “pilihan terpaksa” tersebut, akhirya saya kini bisa mendapatkan pekerjaan yang menurut saya sangat layak, dan dapat untuk dijadikan pegangan hidup. Memang pada awalnya ketika pilihan itu tidak sesuai dengan hati kita, kita akan merasa kecewa, tetapi dengan keyakinan bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik dari setiap pilihan yang kita ambil, maka kekecewaan di awal-awal akan digantikan dengan kegembiraan dan kebahagiaan.
Jadi apapun pilihan anda, yakinlah bahwa itu adalah yang terbaik, meskipun mungkin agak terpaksa. Lihatlah dari sisi positifnya, mungkin pilihan yang anda telah jatuhkan adalah salah (menurut anda) tetapi mungkin ini adalah pilihan yang terbaik menurut Tuhan. Tetaplah jalani apapun yang telah menjadi pilihan anda dengan hati tulus,jangan sekali-sekali menyalahkan Tuhan, dan selalu optimis bahwa kebahagiaan dan kegembiraan akan menghampiri anda.





terkadang ada sebuah pilihan yang sebenarnya bukan pilihan kita
tapi mau ga’ mau harus kita pilih karena tuntutan sikon saat itu :cengeng:
ya di ikhlaskan aja :senang:
kita memang harus bisa mentukan pilihan yg terbaik buat diri sendiri, bukan orang lain.
:berfikir::cool::gaya::malukucing::merokok::minum::ngupil::rindu::senang:
bener banget bro…hidup ini isinya adalah pilian..tuhan udah menganugerahi akal pada kita untuk memilih….dan resikonya adalah ada dikita sendiri…apapun pilihan kita selama kita yakin dan bertanggungjawab, kayaknya akan bagus2 aja ya …….:ngayal:
pilihan, gw bingung mo milih siapa.Si Inah apa si Inem :hehehe:
:berkhayal:
hidup pilihan ya…
pilihan mana yang akan kau pilih..
hidup memang memiliki bayak pilihan yang harus kita pilih dan pilihan kita itu yang akan menentukan masa depan kita nantinya, jadi pilihlah yang terbaik untuk anda…
Pilihan kadang harus terjadi untuk mencari yang terbaik buat kita, dan kita yang menentukan.
hidup selalu di hadapkan akan pilihan,,terkadang kita memilih sesuatu yang salah,,akan tetapi karena kita memilih sesuatu yang salah itu akan menjadi pembelajaran buat kita…